Selasa, 31 Januari 2012

Sejarah Tektonik Pulau Jawa

Kali ini ane mau posting tentang sesuatu yang ekstrim, soalnye ane juga belum rada ngerti, tapi ane mau coba sharing. Tentang sejarah tektonik pulau jawa, jangan dipikir kalo nanti keluar gatot kaca atau gadjah mada, soalnya itu sejarah untuk SMA. oke kita mulai.


Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di Busur Sunda yang mempunyai sejarah geodinamik aktif, yang jika dirunut perkembangannya dapat dikelompokkan menjadi beberapa fase tektonik dimulai dari Kapur Akhir hingga sekarang. Kita bahas dari kapur akhir sampai paleocene ye,.
Fase tektonik awal terjadi pada Mesozoikum ketika pergerakan Lempeng Indo-Australia ke arah timurlaut menghasilkan subduksi dibawah Sunda Microplate sepanjang suture Karangsambung-Meratus, dan diikuti oleh fase regangan (rifting phase) selama Paleogen dengan pembentukan serangkaian horst (tinggian) dan graben (rendahan). Aktivitas magmatik Kapur Akhir dapat diikuti menerus dari Timurlaut Sumatra –Jawa-Kalimantan Tenggara. Pembentukan cekungan depan busur (fore arc basin) berkembang di daerah selatan Jawa Barat dan Serayu Selatan di Jawa Tengah. Mendekati Kapur Akhir – Paleosen, fragmen benua yang terpisah dari Gondwana, mendekati zona subduksi Karangsambung- Meratus. Kehadiran allochthonous micro-continents di wilayah Asia Tenggara telah dilaporkan oleh banyak penulis (Metcalfe, 1996). Basement bersifat kontinental yang terletak di sebelah timur zona subduksi Karangsambung-Meratus dan yang mengalasi Selat Makasar teridentifikasi di Sumur Rubah- 1 (Conoco, 1977) berupa granit pada kedalaman 5056 kaki, sementara didekatnya Sumur Taka Talu-1 menembus basement diorit. Docking (mera-patnya) fragmen mikrokontinen pada bagian tepi timur Sundaland menyebabkan matinya zona subduksi Karang-sambung-Meratus dan terangkatnya zona subduksi tersebut menghasilkan Pegunungan Meratus.
ni gambar rekonstruksi skematis perkembangan tektonik kapur-paleosen (Prasetyadi, 2007)

Masih membahas tentang sejarah tektonisme pulau jawa, evolusi tektonik tersier pulau jawa memasuki periode Eosen (Periode Ekstensional /Regangan). Periode ini terjadi Antara 54 jtl – 45 jtl (Eosen), dimana di wilayah Lautan Hindia terjadi reorganisasi lempeng ditandai dengan berkurangnya secara mencolok kecepatan pergerakan ke utara India. Aktifitas pemekaran di sepanjang Wharton Ridge berhenti atau mati tidak lama setelah pembentukan anomali 19 (atau 45 jtl). Berkurangnya secara mencolok gerak India ke utara dan matinya Wharton Ridge ini diinterpretasikan sebagai pertanda kontak pertama Benua India dengan zona subduksi di selatan Asia dan menyebabkan terjadinya tektonik regangan (extension tectonics) di sebagian besar wilayah Asia Tenggara yang ditandai dengan pembentukan cekungan-cekungan utama (Cekungan-cekungan: Natuna, Sumatra, Sunda, Jawa Timur, Barito, dan Kutai) dan endapannya dikenal sebagai endapan syn-rift. Pelamparan extension tectonics ini berasosiasi dengan pergerakan sepanjang sesar regional yang telah ada sebelumnya dalam fragmen mikrokontinen. Konfigurasi struktur basement mempengaruhi arah cekungan syn-rift Paleogen di wilayah tepian tenggara Sundaland (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan Tenggara).



Related Posts:

  • Sekilas tentang Hukum "V" (V rule) Sekarang ane mau coba share tentang hukum v, ane coba dari pendekatan yang paling deket dari berbagai refrensi yang ane baca, mungkin kalo ada kesalahan pemahaman bisa kita diskusikan gan. Hehehe Pada dasarnya hukum v dig… Read More
  • Simbol Litologi Symbol litologi adalah bagian yang krusial, fundamental, dan sangat penting dalam suatu penampang dan kolom stratigrafi, bayangkan ketika kita bertemu batupasir dan kita belum tau warna serta symbol dari batupasir tersebut, … Read More
  • Download E-book GeologiAne mau posting tentang daftar web yang bisa buat disedot e-book terutama yang geologinya. check this out gan. (selamat menyedot ria) 1. http://1024ebooks.com/geology/ 2. http://bookboon.com/en/geoscience-ebooks 3.… Read More
  • klasifikasi lereng van Zuidam (1985) Klasifikasi lereng berdasarkan van Zuidam (1985) Kelas Lereng Proses penciri dan kondisi lapangan Warna yang disarankan 0o-2o (0%-2%) Datar (flat) atau hampir datar, dengan pros… Read More
  • Evolusi magma (modification of Magma) Sekarang ane mau coba berbagi tentang tahapan atau apa aja yang terjadi pada saat evolusi magma. Sumber yang ane coba share berasal dari Raymond dalam bukunya “Petrology”. Pada buku itu, beliau menyebutkan bahwa modifikasi… Read More

0 komentar:

Posting Komentar