slide 1 title

Pertambangan timah daerah Pemali, dengan tipe greisen dan batuan pembawa granit. .

slide 2 title

Strukutur daerah pemali yang terdapat pada batuan filit. merupakan aerole pada daerah tersebut.

slide 3 title

Sayatan tipis (thin section) granite pembawa mineral greisen penghasil bijih timah (sn) pada daerah pemali berumur trias-yura. mineral yang terlihat kuarsa, muskovit.

slide 4 title

Sayatan tipis (thin section) granite pembawa mineral greisen penghsil bijih timah (sn) pada lokasi yang berbeda, menunjukan mineral kuarsa.

slide 5 title

Struktur pada daerah pemali. urat kaoline yang memotong urang tourmaline (?).

Tampilkan postingan dengan label Hidrogeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidrogeologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

Air Tanah dan Cekungan Air Tanah

Air Tanah
Air tanah merupakan air yang terdapat di lapisan tanah dan air pada batuan yang berada di bawahnya. Air tanah merupakan sumber daya yang terbatas dan susah untuk memulihkannya bila terjadi kerusakan.

Cekungan Air Tanah/Groundwater Basin
Merupakan ‘wilayah’ keterdapatan air tanah yang dibatasi oleh kondisi hidrogeologis. Batasan disini dimaksukan batasan sebagai akibat dari kondisi geologi bawah permukaan, seperti zona sesar, lipatan, kemiringan lapisan batuan. Jadi zona untuk persebaran, perlapisan batuan akuifer, pengendapan, terbatasi juga. Hal inilah yang menjadi batas cekungan air tanah>

Batas cekungan air tanah
Secara lebih sepesifik, batas cekungan yang dimaksud disini sebagai batas secara hidrogeologis. Batas hidrogeologis yaitu bisa batas air tanah, batas permeabilitas, dan batas struktur geologi. Dalam basin ini terdapat akifer dan daerah pengaliran (dimanfaatkan industry dan masyaratakat). Groundwater memiliki hubungan dengan Daerah Aliran Sungai. Keberadaan Groundwater basin dan DAS dipengaruhi oleh topografinya.
Selanjutnya batas cekungan air tanah terdiri dari:
1.      Batas secara Struktur Geologi yang merupakan batas yang terjadi sebgai akibat zona sesar, adanya kemiringan lapisan batuan, adanya aktifitas magmatisme, adanya zona proses mineralisasi.
2.      Batas secara hidrologi merupakan batas yang tidak tetap, misalnya batas permukaan air laut, waduk, daerah aliran sungai. Hal ini sering mengalami perubahan karena kondisi topografi dan kondisi pengaruh pasang surut.
3.      Batas secara internasional merupakan batas yang ditetapkan sebagai batas Negara dan telah disahkan secara internasional.
Sehingga batas cekungan air tanah dipengaruhi oleh kondisi hidrologi, kondisi geologi dan batas secara internasional

Minggu, 30 Oktober 2011

Debit Air pada Flow Net


dimana K adalah hydraulic conductivity, p jumlah dari flow tubes (=4), Δh perbedaan head antara dua batasa potentiometric contours (=6-0)m, b is ketebalan akifer dan n merupakan jumlah dari head drops dalam flow net ( n=3, 6 to 4, 4 to 2 and 2 to 0) (Loaiciga & Zekster, 2003).

hukum darcy

Jumat, 21 Oktober 2011

hydraulic, pressure, and elevation head


z ; elevation head
ψ; pressure head
h ; hydraulic head



  Perhitungan Kecepatan Aliran Airtanah
            Kecepatan aliran adalah suatu besaran vektor yang menggambarkan kecepatan aliran airtanah. Pada media berpori Fluks (q) dihitung dengan menggunakan persamaan Darcy 1856

Dimana,
q          : fluks kecepatan aliran air (LT-1)
K         : Konduktivitas hidraulik (LT-1)
dH       : Beda Head (L)
dL       : Jarak antar titik amat (L)
            tanda (-) menunjukan arah aliran        berlawanan dengan arah gradien        hidraulik.