slide 1 title

Pertambangan timah daerah Pemali, dengan tipe greisen dan batuan pembawa granit. .

slide 2 title

Strukutur daerah pemali yang terdapat pada batuan filit. merupakan aerole pada daerah tersebut.

slide 3 title

Sayatan tipis (thin section) granite pembawa mineral greisen penghasil bijih timah (sn) pada daerah pemali berumur trias-yura. mineral yang terlihat kuarsa, muskovit.

slide 4 title

Sayatan tipis (thin section) granite pembawa mineral greisen penghsil bijih timah (sn) pada lokasi yang berbeda, menunjukan mineral kuarsa.

slide 5 title

Struktur pada daerah pemali. urat kaoline yang memotong urang tourmaline (?).

Rabu, 10 Juli 2013

Hydrothermal Alteration Terminology (Terminologi dalam Alterasi Hydrothermal)

Salam geologi gan, kali ini ane mau sharing tentang ore system sama kumpulan mineralnya, sama istilah yang ada pada suatu ore system. Jadi, mungkin bisa memudahkan agan-agan untuk mendeterminasi suatu kasus terutama tentang alterasi, apakah sistem tersebut masuk ke salah satu ore system yang ane sharing. Kali ini ane coba sharing dari terminology alterasi hydrothermal karya mas Gifkin
Generic terminology
Kumpulan mineral alterasi
Ore system
Argilic




Advance argilic









Intermediate argilic






Phyllic (atau sericitic)



Sericitic (or phllic)






Propylitic (or sasussuritization)








Potassic








Greisen







Skarn
Calcic skarn (or tactite)




Magnesian skarn






Retrograde skarn


jasperoid
Kaolinite (or halloysite, or dikite) + montmorillonite ± sericite (or muskovit) ± klorit

Pyrophyllite + kaolinite (or dickite) ± quartz ± sericite ± andalusite ± diaspore ± alunite ± topaz ± zunyite ± energite ± tourmaline ± pyrite ± chalcopyrite ± hematite


Chlorite + sericite ± kaolinite ± montmorillonite ± illite-smectite ± calcite ± epidote ± biotite ± pyrite


Sericite + quartz + pyrite ± biotite ± chlorite ± rutile ± leucoxene ± chalcopyrite ± illite

Sericite + quartz + pyrite ± K-feldspar ± biotite ± calcite ± dolomite ± chlorite ± andalusite ± chloritoid ± albite ± pyrrhotite

Epidote (or zoisite or clinozoisite) + chlorite + albite ± carbontate ± sericite ± montmorillonite ± septachlorite ± apatite ± anhydrite ± ankerite ± hematite ± pyrite ± chalcopyrite

K-feldspar (orthoclase) + biotite + quartz ± magnetite ± sericite (or muscovite) ± albite ± chlorite ± anhydrite ± apatite ± rutile ± epidote ± chalcopyrite ± bornite ± pyrite

Muscovite (or sericite) + quartz + topaz ± tourmaline ± fluorite ± rutile ± cassiterite ± wolframite ± magnetite ± zunyte ± K-feldspar


Pyroxene + garnet + wollastonite ± epidote (or zoisite) ± actinolite-tremolite ± vesuvianite ± pyrite ± chalcopyrite ± sphalerite

Forsterite + diopside + serpentine + talc ± actinolite-tremolite ± calcite ± magnetite ± hematite ± chalcopyrite ± pyrite ± sphalerite

Calcite + chlorite ± hematite ± pyrite

Quartz + pyrite + hematite
Porphyry Cu, high and low sulfidation epithermal, geothermal


Porphyry Cu, high-sulphidation epithermal, geothermal







Porphyry Cy, high-sulphidatoin epithermal





Porphyry Cu




Porphyry Cu, Low sulphidation epithermal, geothermal, VHMS, sediment hosted massive sulphide

Porphyry Cu, high-sulphidation epithermal, low-sulphidation epithermal, geothermal





Porphyry Cu








Porphyry Cu, porphyry Sn






Porphyry






Porphyry, skarn






 Porphyry, skarn


Sedimented-hosted Au, VHMS


Namun, sebagai interpretasi awal, kita seharusnya melihat formasi batuan yang ada di suatu daerah tersebut gan, supaya kita tau apa faktor penyebab dari suatu ore system tersebut, supaya kita lebih mudah mendeterminasi kira-kira ore system apa yang cocok untuk daerah kasus yang kita hadapi. semoga bermanfaat

Selasa, 09 Juli 2013

Tipe Granit (SIAM)

Tau granit gan? Pasti tau lah, geologist kudu ngerti sama batu yang satu ini. Plutonik, kandungan asam, berwarna putih dengan dominan mineral kuarsa dan k-felspar, namun dalam pembagian secara mineralogy terdapat beberapa granit, namun kita gak bahas yang itu, ane coba bahas dari sisi kimianya gan. Ternyata granit itu punya 4 jenis tipe bedasarkan kimianya gan, dan orang yang ahli dalam granit dinamakan granitologist (ane juga baru denger gan, ternyata ada istilahnya, basalt ada gak ya? Basaltologis, andesitologist, hahahaha). Oke kita mulai gan.

Yang pertama ada S-type granit,  granit ini terbentuk pada daerah metamorphisme terrane dan dihasilkan oleh proses partial melting dari metasedimen, (S untuk sedimen yang berarti berasal dari metasedimen). Granit tipe ini memiliki kandungan Al yang tinggi gan,tapi tidak mengandung mineral hornblende, sedangkan mineral biotite, muskovit dan garnet menjadi penciri granit tipe ini. Kandungan Rb yang tinggi pada source rock  dengan Sr rasio >0,710.


Yang kedua ada I-type, yang merupakan granit yang terbentuk pada zona continental margin yang merupakan hasil peleburan (melting) dari batuan beku pada kerak bagian dalam. (I untuk igneous yang berarti berasal dari batuan beku).  Kandungan Cad an Na yang tinggi serta kehadiran mineral hornblende dan sphene. Source rock nya mengandunga Rb yang rendah dengan Sr rasio <0.708.


Yang ketiga ada A-type gan yang merupakan granit yang katanya berasal dari anorogenik proses (A utnuk anorogenik, atau ada yang bilang anhydrous) dengan komposisi SiO2 mencapai 77%.  kandungan alkalinya tinggi gan, Fe/Mg dan berada pada lingkungan craton


Yang terakhir ada M-type yang merupakan granit yang dihasilkan dari fraksinasi peleburan mantel (M untuk Mantle yang berarti berasal dari mantel bumi) (fractionated mantle melts) yang dimungkinkan telah mengalami asimilasi dan mixing dengan kerak. Memiliki kandungan Rb, Th, dan U yang rendah dengan Sr rasio <0.705.



nah, segono dulu gan,sekilas tentang granit, terkadang tipe ini disingkat jadi SIAM. semoga bermanfaat

Sekilas tentang ARC METHOD atau Metode Busur Lingkaran (Busk Method)

Sekarang ane mau berbagi tentang arc method atau yang sering disebut metode busur lingkaran. Metode ini dipublikasikan sama om H.G Busk pada atahun 1929, nah makanya juga sering disebut Busk Method gan. Metode ini biasa dipake buat menentukan bentuk lipatan, sumbu lipatan di sayatan geologi, tata cara nya gak jauh beda sama metode free hand (atau free kick, atau freedom (lho?)). Cuma selain penggaris, dibutuhkan jangka, karena menurut ane lebih mudah pake jangka dan sepertinya juga penyelesaiannya menggunakan jangka lebih efisien. Dasar dari metode ini sebenernya menganggap bahwa lipatan itu merupakan bentuk busur gan dari suatu lingkaran dengan pusatnya adalah perpotongan antara sumbu-sumbu kemiringan yang berdekatan.
Oke kita mulai gan. Pertama baca basmallah dulu, supaya dijauhkan dari kesulitan

1.    Kita punya 2 dip yang berlawanan arah (lihat gambar 1), baik nantinya yang menghasilkan antiklin ataupun     sinklin, oke buat percobaan kita mulai dari sinklin gan
2.   Kemudian kita buat lingkaran yang mana garis lingkarannya mengenai garis dip yang besentuhan dengan sayatan, seperti pada gambar 2 gan. Karena kita punya 2 dip, lakukan pada kedua-duanya gan.
3.      Tarik garis tegak lurus dari setiap dip kayak gambar 3 gan sampe 2 garis tadi berpotongan.
4.     Nah, garis perpotongan itu yang bakalan jadi sumbunya, dan sekarang hapus lingkaran yang ada diluar garis sayatan (di bagian atas permukaan) sehingga menyisakan bentuk lipatan di bawah permukaan kayak gambar 4 gan.

                                                                        arc method


So easy right? Sekarang kita udah punya lipatan yang enak dilihat dari metode arc method. (Tutorial selengkapnya ada di https://www.uwgb.edu/dutchs/STRUCTGE/SL161ArcMethod.HTM check this out gan). Selamat mencoba. 

Rabu, 03 Juli 2013

Sekilas Tentang Fasies

Halo gan, udah lama gak nulis ane coba buka dari yang sederhana tentang pengertian fasies, cara kerja, temennya, pacaranya, semuanya kita kupas setajam linggis. Sebelumnya kita kudu ngerti dulu gan facies itu apaan, oke  ane coba terangin dari sesuatu yang redup. Menurut glossary of geology yang dibuat oleh Robert L.Bates dan Julia A.Jackson serta diketik oleh TS (hahaha) fasies (facies) itu secara umum merupakan aspek, kenampakan atau karakteristik dari batuan biasanya mencerminkan kondisi asal pembentukannya (its origin) terutama untuk membedakan dengan unit batuan lainnya. Intinya kalo sudah berbicara tentang facies berarati kita bicara soal somethings that make its different from the others ( artinya: intine beda karo liane, nah lo artinya lagi? Takon wong jowo) apakah itu karakteristiknya, kenampakannya yang pada akhirnya kita bisa bicara tentang kondisi asal dari batuan tersebut.
Nah merucut ke arah batuan sedimen, ada yang namanya sedimentary facies atau fasies sedimen (ya elak tinggal dibalik doang), yang menurut glossary juga berbunyi  mappable, atau pembatasan daerah dari tubuh litostratigrafi yang berbeda dari kandungan litologi atau fosil dari lapisan lainnya yang diendapkan pada waktu yang sama dan dalam kondisi kontinuiti (lithologic continuity). Secara garis besar sama, dengan artian, ada penciri dari suatu tubuh batuan yang pada akhirnya akan mencerminkan kondisi pembentukan awalnya pada ruang dan waktu tertentu (prinsip geologi, bahwa kita bermain di ruang dan waktu tadi).
Ada lagi  mas Mutti dan Ricci Luchi (1972), mengatakan bahwa fasies adalah suatu lapisan atau kumpulan lapisan yang memperlihatkan karakteristik litologi, geometri dan sedimentologi tertentu yang berbeda dengan batuan di sekitarnya. Suatu mekanisme yang bekerja serentak pada saat yang sama. Asosiasi fasies didefinisikan sebagai suatu kombinasi dua atau lebih fasies yang membentuk suatu tubuh batuan dalam berbagai skala dan kombinasi. Asosiasi fasies ini mencerminkan lingkungan pengendapan atau proses dimana fasies-fasies itu terbentuk.

Nah sekarang merucut lagi (emang diserut?) ke arah fasies batugamping, prinsipnya sama dan udah dibahas di buku karangan Raymond yang berjudul Petrology, di halaman 416 dia menunjukan lingkungan dan jenis batuan serta struktur dan asosiasi fasies yang terbentuk pada waktu dan ruang tertentu. Silahkan cek TKP soalnya belum ada scan dan ane belum nemu di google, hahahha. Nah sekilas tentang fasies dari berbagai definisi yang ada, semoga bermanfaat.

Kamis, 06 Juni 2013

Sekilas tentang Struktur pulau bangka


Banyak peneliti yang telah membahas tentang struktur di pulau bangka. Mulai dari verbeek (1987), van Es (1917), Zwierzycki (1929) sampe van

Bemmelen (1949). kalo dilihat dari namanya itu rata-rata orang belanda, ya mungkin jaman dulu peneliti indonesia belum ada dan belum dibolehkan

oleh pemerintahan hindia-belanda untuk belajar geologi.
Penelitian yang dilakukan pada waktu itu, sedikit mengalami kendala karena berhubungan dengan daerah dengan tingkat pelapukan tinggi di iklim

tropis (daerah bangka memang puanas e pool) sehingga menyebabkan banyak batuan yang tersingkap mengalami pelapukan akut. Tapi para peneliti

melakukan penelitian orientasi struktur dari batuan metamorpis. beliau-beliau melakukan pengukuran terhadap orientasi foliasi, dan kekar pada

beberapa daerah di pulau bangka dan mereka membagi kedalam 5 subarea.
1. pada bagian utara dari daerah Belinyu-Sungailitat yang terdiri dari metamorphisme dinamo berumur      carboniferous (karbon, kurang lebih 65 juta tahun yang lalu), berarah northwesterly
2. pada daerah selatan sungailiat yang terdiri dari batuan granit menunjukan sumbu strike berarah south-        southeast
3. pada daerah sungailiat lainnya berarah northwest-southeast dengan penunjaman kearah northwest
4. pada daerah sungailiat lainnya sumbu lipatan berarah north dan northwest
5. pada daerah pangkalpinang menunjukan penunjaman sumbu lipatan ke arah 7derajat northwesterly.

sedangkan pada daerah selatan bangka, sumbu lipatan menunjukan arah east-west dengan penunjaman kearah west. pada kesimpulannya, para penelitia

menyebutkan bahwa trend dari struktru di pulau bangka menunjukan diagram yang berbeda-beda namun dapat membentuk sebuah pula berbentuk S pada era

mesozoikum. (katili,1980)

Rabu, 22 Mei 2013

Stratigrafi Pulau Bangka

Kali ini ane mau share tentang stratigrafi pulau bangka, yang buat Om Katili dari buku Geology of Indonesia. semoga bermanfaat

Umur
Litologi
Keterangan
(Lingkungan pengendapan)
Resen
Pasir, Lempung dengan kasiterit
(kaksa)
Endapan sungai dan pantai
Pleistosen
?
?
Pleiosen
Pasir, lempung dan konglomerat
Endapan sungai dan pantai
Miosen
……………………Ketidak selarasan…………………………
Oligosen
Eosen
Kapur
Yura
Trias
Sebagian batuan metamorf dinamik, batu pasir, serpih, rijang, batu gamping berfosil, batu konglomerat, diabas (?), fosil ”noric”.
Perm
Filit, kwarsa, serpih, batu pasir dengan lensa batu gamping berfosil, rijang yang menyisip dalam tuff vulkanik.
Karbon
…………………….Ketidakselarasan………………………
Pra-karbon
Batu metamorf dinamik

Jumat, 22 Maret 2013

T.I.M.A.H

sekarang ane mau bahas sedikit lah tentang timah, sepak terjang, seluk beluk dan kenapa doi bisa jadi terkenal. Kita peringkat 2 lo setelah china sebagai produsen timah. (#kibar bendera merah putih). hahahahaha. oke, let's start. (Note: refrensi terbesar ane dari buku bahan galian industri).Seblum mulai kita baca doa dan kita lihat kenampakannya dulu.

ini kenampakan timah hitam (sumber gambar adnorthya.blogspot.com)
ini kenampakan timah putih (sumber gambarhttp://infoguwe.blogspot.com/2012/03/analisis-faktor-faktor-permintaan.html)


oke, timah, terutama timah putih itu berasal dari mineral yang namanya kasiterit (rumus kimianya SnO2, gak pake ples atau mines, bagi atau kale). Nih timah punya sifat yang umum ni, kayak tahan terhadap udara lembab, terus kekerasannya rendah jadi bisa dimasukin ke logam lunak, terus daya tahan terhadap korosinya tinggi, gak beracun dengan berat jenis rendah dan titik cair rendah sekitar 232 derajat celcius dan tahanan jenis sekitar  0,15 ohm mm2/m. Di indonesia, penghasil timah terbesar itu di daerah sumatra, yaitu kakak beradik Kepulauan Bangka Belitung (itu tu yang laskar pelangi noh). mineral kasiterit sebagai mineral pembawa timah itu termasuk resisten nih gan terhadap pengangkutan air (transportasilah istilahnya) sehingga memungkinkan untuk terkumpul sebagai endapan placer (atau sedimenter). Di endapan placer ini, kasiterit itu berasosiasi dengan kuarsa, mika, monazit, dan sedikit turmalin. Nah, di Bangka dan Belitung batuan tertua terdiri dari batuan endapan yang berumur permokarbon hingga trias, nah batuan ntu diterbos sama granit biotit yang diperkirakan sebagai penyebab terbentuknya endapan timah sekaran ini. 
Batuan di Bangka dan Belitung umumnya terlipat kuat dengan jurus umum berarah timur-barat dan kemiringannya yang curam, sedangakan di Pemali (itu salah satu daerah yang ada di Kabupaten Bangka) jurus berubah arah menjadi barat laut-tenggara bro. Nah di pemali ntu, endapan timah didapetin sebagai jejaring (stockwork) dan greisen dalam granit dan urat turmalin kasiterit yang membujur sejajar dengan sentuhan atau didekatnya (nah lo bingung kan?). Intinya dia di berupa urat dimana urat turmalinnya itu saling bertemu atau cuma PDKT doang, hahahaha (CMIIW gan). Nah, mineralisasi timah di pulau ntu disebabkan oleh intrusi granit yang berumur minimal trias (baca geology Indonesia, bahwa pulau Bangka dan Belitung itu terbentuk pada umur Trias). Biasanya hasil samping penambangan timah berupa kaolin dan pasir kuarsa.
Penambangan di kedua pulau ini dimulai hampir 200 tahun lo gan dan masih aktif sampe sekarang (standing applause), tapi yang nambang didaerah itu gak cuma perusahaan resmi, tapi juga banyak penambangan liar atau biasa disebut TI (Tambang Inkonvensional lo bukan yang TI lainnya) dan pemilik KP terbesar yaitu PT.TIMAH Tbk (yeeeee, backing sound anak-anak yang lagi dapet balon).
Timah banyak jenis dan pemanfaatannya, nih sebut saja timah tipe metal (bukan tipe musik lo, rock , pop, dangdut gitu) nah terdiri dari campuran timah, stibium dan timbal, biasanya yang bentuknya lembaran tipis itu untuk bungkus makanan agan-agan sekalian, dak kalo dicampur sama timah hitam biasanya untuk timah pateri atau alat-alat dapur.
segitu dulu gan infonya, kalo ada salah kata, ane minta maaf. nanti ane publish tentang geologi daerah bangka belitung hingga sampe dia bisa ngasilin timah. see u next publish.