slide 1 title

Pertambangan timah daerah Pemali, dengan tipe greisen dan batuan pembawa granit. .

slide 2 title

Strukutur daerah pemali yang terdapat pada batuan filit. merupakan aerole pada daerah tersebut.

slide 3 title

Sayatan tipis (thin section) granite pembawa mineral greisen penghasil bijih timah (sn) pada daerah pemali berumur trias-yura. mineral yang terlihat kuarsa, muskovit.

slide 4 title

Sayatan tipis (thin section) granite pembawa mineral greisen penghsil bijih timah (sn) pada lokasi yang berbeda, menunjukan mineral kuarsa.

slide 5 title

Struktur pada daerah pemali. urat kaoline yang memotong urang tourmaline (?).

Rabu, 03 Juli 2013

Sekilas Tentang Fasies

Halo gan, udah lama gak nulis ane coba buka dari yang sederhana tentang pengertian fasies, cara kerja, temennya, pacaranya, semuanya kita kupas setajam linggis. Sebelumnya kita kudu ngerti dulu gan facies itu apaan, oke  ane coba terangin dari sesuatu yang redup. Menurut glossary of geology yang dibuat oleh Robert L.Bates dan Julia A.Jackson serta diketik oleh TS (hahaha) fasies (facies) itu secara umum merupakan aspek, kenampakan atau karakteristik dari batuan biasanya mencerminkan kondisi asal pembentukannya (its origin) terutama untuk membedakan dengan unit batuan lainnya. Intinya kalo sudah berbicara tentang facies berarati kita bicara soal somethings that make its different from the others ( artinya: intine beda karo liane, nah lo artinya lagi? Takon wong jowo) apakah itu karakteristiknya, kenampakannya yang pada akhirnya kita bisa bicara tentang kondisi asal dari batuan tersebut.
Nah merucut ke arah batuan sedimen, ada yang namanya sedimentary facies atau fasies sedimen (ya elak tinggal dibalik doang), yang menurut glossary juga berbunyi  mappable, atau pembatasan daerah dari tubuh litostratigrafi yang berbeda dari kandungan litologi atau fosil dari lapisan lainnya yang diendapkan pada waktu yang sama dan dalam kondisi kontinuiti (lithologic continuity). Secara garis besar sama, dengan artian, ada penciri dari suatu tubuh batuan yang pada akhirnya akan mencerminkan kondisi pembentukan awalnya pada ruang dan waktu tertentu (prinsip geologi, bahwa kita bermain di ruang dan waktu tadi).
Ada lagi  mas Mutti dan Ricci Luchi (1972), mengatakan bahwa fasies adalah suatu lapisan atau kumpulan lapisan yang memperlihatkan karakteristik litologi, geometri dan sedimentologi tertentu yang berbeda dengan batuan di sekitarnya. Suatu mekanisme yang bekerja serentak pada saat yang sama. Asosiasi fasies didefinisikan sebagai suatu kombinasi dua atau lebih fasies yang membentuk suatu tubuh batuan dalam berbagai skala dan kombinasi. Asosiasi fasies ini mencerminkan lingkungan pengendapan atau proses dimana fasies-fasies itu terbentuk.

Nah sekarang merucut lagi (emang diserut?) ke arah fasies batugamping, prinsipnya sama dan udah dibahas di buku karangan Raymond yang berjudul Petrology, di halaman 416 dia menunjukan lingkungan dan jenis batuan serta struktur dan asosiasi fasies yang terbentuk pada waktu dan ruang tertentu. Silahkan cek TKP soalnya belum ada scan dan ane belum nemu di google, hahahha. Nah sekilas tentang fasies dari berbagai definisi yang ada, semoga bermanfaat.

Kamis, 06 Juni 2013

Sekilas tentang Struktur pulau bangka


Banyak peneliti yang telah membahas tentang struktur di pulau bangka. Mulai dari verbeek (1987), van Es (1917), Zwierzycki (1929) sampe van

Bemmelen (1949). kalo dilihat dari namanya itu rata-rata orang belanda, ya mungkin jaman dulu peneliti indonesia belum ada dan belum dibolehkan

oleh pemerintahan hindia-belanda untuk belajar geologi.
Penelitian yang dilakukan pada waktu itu, sedikit mengalami kendala karena berhubungan dengan daerah dengan tingkat pelapukan tinggi di iklim

tropis (daerah bangka memang puanas e pool) sehingga menyebabkan banyak batuan yang tersingkap mengalami pelapukan akut. Tapi para peneliti

melakukan penelitian orientasi struktur dari batuan metamorpis. beliau-beliau melakukan pengukuran terhadap orientasi foliasi, dan kekar pada

beberapa daerah di pulau bangka dan mereka membagi kedalam 5 subarea.
1. pada bagian utara dari daerah Belinyu-Sungailitat yang terdiri dari metamorphisme dinamo berumur      carboniferous (karbon, kurang lebih 65 juta tahun yang lalu), berarah northwesterly
2. pada daerah selatan sungailiat yang terdiri dari batuan granit menunjukan sumbu strike berarah south-        southeast
3. pada daerah sungailiat lainnya berarah northwest-southeast dengan penunjaman kearah northwest
4. pada daerah sungailiat lainnya sumbu lipatan berarah north dan northwest
5. pada daerah pangkalpinang menunjukan penunjaman sumbu lipatan ke arah 7derajat northwesterly.

sedangkan pada daerah selatan bangka, sumbu lipatan menunjukan arah east-west dengan penunjaman kearah west. pada kesimpulannya, para penelitia

menyebutkan bahwa trend dari struktru di pulau bangka menunjukan diagram yang berbeda-beda namun dapat membentuk sebuah pula berbentuk S pada era

mesozoikum. (katili,1980)

Rabu, 22 Mei 2013

Stratigrafi Pulau Bangka

Kali ini ane mau share tentang stratigrafi pulau bangka, yang buat Om Katili dari buku Geology of Indonesia. semoga bermanfaat

Umur
Litologi
Keterangan
(Lingkungan pengendapan)
Resen
Pasir, Lempung dengan kasiterit
(kaksa)
Endapan sungai dan pantai
Pleistosen
?
?
Pleiosen
Pasir, lempung dan konglomerat
Endapan sungai dan pantai
Miosen
……………………Ketidak selarasan…………………………
Oligosen
Eosen
Kapur
Yura
Trias
Sebagian batuan metamorf dinamik, batu pasir, serpih, rijang, batu gamping berfosil, batu konglomerat, diabas (?), fosil ”noric”.
Perm
Filit, kwarsa, serpih, batu pasir dengan lensa batu gamping berfosil, rijang yang menyisip dalam tuff vulkanik.
Karbon
…………………….Ketidakselarasan………………………
Pra-karbon
Batu metamorf dinamik

Jumat, 22 Maret 2013

T.I.M.A.H

sekarang ane mau bahas sedikit lah tentang timah, sepak terjang, seluk beluk dan kenapa doi bisa jadi terkenal. Kita peringkat 2 lo setelah china sebagai produsen timah. (#kibar bendera merah putih). hahahahaha. oke, let's start. (Note: refrensi terbesar ane dari buku bahan galian industri).Seblum mulai kita baca doa dan kita lihat kenampakannya dulu.

ini kenampakan timah hitam (sumber gambar adnorthya.blogspot.com)
ini kenampakan timah putih (sumber gambarhttp://infoguwe.blogspot.com/2012/03/analisis-faktor-faktor-permintaan.html)


oke, timah, terutama timah putih itu berasal dari mineral yang namanya kasiterit (rumus kimianya SnO2, gak pake ples atau mines, bagi atau kale). Nih timah punya sifat yang umum ni, kayak tahan terhadap udara lembab, terus kekerasannya rendah jadi bisa dimasukin ke logam lunak, terus daya tahan terhadap korosinya tinggi, gak beracun dengan berat jenis rendah dan titik cair rendah sekitar 232 derajat celcius dan tahanan jenis sekitar  0,15 ohm mm2/m. Di indonesia, penghasil timah terbesar itu di daerah sumatra, yaitu kakak beradik Kepulauan Bangka Belitung (itu tu yang laskar pelangi noh). mineral kasiterit sebagai mineral pembawa timah itu termasuk resisten nih gan terhadap pengangkutan air (transportasilah istilahnya) sehingga memungkinkan untuk terkumpul sebagai endapan placer (atau sedimenter). Di endapan placer ini, kasiterit itu berasosiasi dengan kuarsa, mika, monazit, dan sedikit turmalin. Nah, di Bangka dan Belitung batuan tertua terdiri dari batuan endapan yang berumur permokarbon hingga trias, nah batuan ntu diterbos sama granit biotit yang diperkirakan sebagai penyebab terbentuknya endapan timah sekaran ini. 
Batuan di Bangka dan Belitung umumnya terlipat kuat dengan jurus umum berarah timur-barat dan kemiringannya yang curam, sedangakan di Pemali (itu salah satu daerah yang ada di Kabupaten Bangka) jurus berubah arah menjadi barat laut-tenggara bro. Nah di pemali ntu, endapan timah didapetin sebagai jejaring (stockwork) dan greisen dalam granit dan urat turmalin kasiterit yang membujur sejajar dengan sentuhan atau didekatnya (nah lo bingung kan?). Intinya dia di berupa urat dimana urat turmalinnya itu saling bertemu atau cuma PDKT doang, hahahaha (CMIIW gan). Nah, mineralisasi timah di pulau ntu disebabkan oleh intrusi granit yang berumur minimal trias (baca geology Indonesia, bahwa pulau Bangka dan Belitung itu terbentuk pada umur Trias). Biasanya hasil samping penambangan timah berupa kaolin dan pasir kuarsa.
Penambangan di kedua pulau ini dimulai hampir 200 tahun lo gan dan masih aktif sampe sekarang (standing applause), tapi yang nambang didaerah itu gak cuma perusahaan resmi, tapi juga banyak penambangan liar atau biasa disebut TI (Tambang Inkonvensional lo bukan yang TI lainnya) dan pemilik KP terbesar yaitu PT.TIMAH Tbk (yeeeee, backing sound anak-anak yang lagi dapet balon).
Timah banyak jenis dan pemanfaatannya, nih sebut saja timah tipe metal (bukan tipe musik lo, rock , pop, dangdut gitu) nah terdiri dari campuran timah, stibium dan timbal, biasanya yang bentuknya lembaran tipis itu untuk bungkus makanan agan-agan sekalian, dak kalo dicampur sama timah hitam biasanya untuk timah pateri atau alat-alat dapur.
segitu dulu gan infonya, kalo ada salah kata, ane minta maaf. nanti ane publish tentang geologi daerah bangka belitung hingga sampe dia bisa ngasilin timah. see u next publish.

Minggu, 24 Februari 2013

GEOLOGI, GEOLOGY, Ilmu Bumi


Mungkin sebagian pembaca ada yang udah akrab dan kenal dengan istilah ini, mungkin juga sebagian lagi ada yang masih awam dan ngambang dengan nama ilmu satu ini. (Eits ini bukan salah satu ilmu kanuragan ye). Geologi itu adalah ilmu pengetahuan yang luar biasa, kenapa gitu, karena disinilah kita memahami dan mencoba mengerti tentang apa yang kita injak, yang kita lihat dan yang menjadi nyawa disetiap perkembangan jaman. Ane gak bermaksud untuk promosi ilmu yang sedang ane dalamin, karena jujur ane juga gak pernah kepirikiran bakalan mendalami ilmu yang satu ini.
Untuk yang baru lulus, atau berada di ujung tanduk kelulusan SMA, dan bingung untuk memilih jurusan apa yang akan diteruskan untuk kelak bisa menjadi pedoman dan bekal ilmu baik di dunia maupun diakherat. Karena kita tahu, ilmu yang bermanfaat juga akan menjadi amal kita di hari nanti. Ane coba jabarin sedikit, apa itu geologi, kesempatan kerja dan segela macam tetek (…..) bengeknya tentang geologi. Dengan tidak memuat adanya SARA dengan jurusan lain. 
Geologi itu berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari Geos (bumi) dan Logos (ilmu). Jadi geologi itu ilmu yang berhubungan, mempelajari, dan mengamati tentang bumi, proses yang telah, sedang dan mungkin akan terjadi dibumi. Memprediksi segala jenis material yang ada dibumi, bumi, bumi, bumi dan bumi. Jadi kalo mahasiswa geologi ditanya dimana sekolahnya? Harusnya Jawabannya adalah kami sekolah dimana aja, karena laboraturium kami itu bumi, dan dimana aja kami bisa belajar (mata berkaca-kaca).(Nah, kalo masalah atribut dan almamater itu lain urusannya lo), tapi sesama geologist adalah saudara, walaupun berbeda warna seragam kebangsaan. Oke sampe disini ane harap udah paham.
Pada dasarnya geologi itu membahas 3 dasar yang menjadi pondasi untuk ke cabang ilmu geologi lainnya, yaitu petrologi, stratigrafi dan sedimentology serta struktur geologi. Petrologi (petro; batu, logos; ilmu) berhubungan dengan batuan, stratigrafi (strata; lapisan, graphy; gambar) dan sedimentology (sediment; endapan, logos; ilmu) berhubungan dengan lapisan-lapisan batuan dan batuan sedimen, terkahir struktur geologi , berhubungan dengan struktur yang membentuk batuan yang ada di permukaan atau bawah permukaan bumi.
Nah, cabang ilmu geologi itu sebenarnya ada banyak, tapi ane langsung ke pokok permasalahan aja, atau dengan kata lain dari ilmu tersebut yang bakalan lebih ditonjolkan atau diterapkan didunia kerja.
1.      Petroleum
Petroleum berhubungan dengan minyak dan gas.
2.      Mineral
Berhubungan dengan mineral yang berharga baik logam maupun non logam, misalnya emas, tembaga, tau gypsum, halit dll
3.      Batubara
Batubara merupakan salah satu jenis batuan sedimen berwarna hitam dan terdiri dari unsur organic. Salah satu sumber menggolongkan jenis batuan ini kedalam batuan sedimen organic.
4.      Panasbumi
Panas bumi merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang membahas tentang panas yang dihasilkan oleh bumi (ya iyalah, itu kalimat cuma dibalik doang). Nah, siPanas bumi sekarang sedang dikembangkan sebagai salah satu energy alternative pengganti energy organic seperti gas dan minyak, serta batubara.
5.      Hidrogeologi
Hidrogeologi merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang membahas tentang air, baik air permukaan maupun bawah permukaan, walaupun terkadang lebih condong untuk membahas air bawah permukaan
6.      Geologi teknik
Geologi teknik merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang berhubungan dengan keteknikan. Bukan dibalik-balik lo, emang gitu artinya. Jadi, cabang ilmu ini akan berhubungan dengan urusan teknik sipil, baik dari sisi pembangunan jalan, bangunan, atau DAM dll
7.      Vulkanologi
Vulkanologi merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang berhubungan dengan gunung api. Bukan kuncen lo, itu mah bukan pake ilmu pengetahuan, hahahaha, maaf ane tidak bermaksud untuk sara terhadap penganut kuncen. Jadi ilmu ini akan mempelajari tentang gunung api, baik dari segi siklus letusan, jenis letusan, material letusan, dan segala macam tentang gunung api. Nah, kebetulan di Indonesia ini jumlah gunung api sangat banyak, sekitar 15 % dari seluruh dunia Nah, lumayan kan, kerja sambil mengamati gunung-gunung di Indonesia.

Nah, ini penjelasan awal tentang geologi, tentang apa itu geologi, dan bagaimana geologi itu nantinya dimanfaatkan penerapan ilmunya. Ane masih butuh kritik dan saran yang membangun dari pembaca yang budiman. Dan terimakasih telah berkunjung. Salam GEOLOGI.

Jumat, 08 Februari 2013

Simbol Litologi

hahahaha, udah hampir setahun gak postingan, dari tahun 2012 sampe 2013. sekarang mau share gambar aja tentang struktur sedimen yang ada dari model gambar sama namanya, hahahaha, moga gak repost, cuma mau nerusin ilmu


Senin, 05 November 2012

Tentang Sequence Stratigrafi

Ane mau nge-share tentang sequence stratigrafi, ane ambil dari bukunya Mas Sam Bogg, Jr. Moga bermanfaat.

Sequence stratigrafi didasarkan pada pemikiran bahwa suksesi (rangkaian) sedimen dapat dibagi menjadi unit (sequence) yang dibatasi oleh ketidakselarasan (unconformity) yang terbentuk selama perubahan siklus muka air laut. Sequence dapat dibagi menjadi unit yang lebih kecil yang secara genetic terhubung dengan pembentukan dari tahapan yang berbeda siklus muka air laut pada daerah tertentu. Kumpulan 3 dimensi dari lithofasies dengan keterdapatan batas sequence mengacu sebagai sistem pengendapan (depositional system). Depositional system dibangun oleh unit statigradi yang lebih kecil: system tract dan parasequence ( yang disusun oleh rangkaian parasequence). Sequence stratigrafi akan menjadi acuan dalam chronostratigrafi yang akan menunjukan pembentukan batuan yang berhubungan dengan accommodation space.
Accommodation space merupakan ruang yang tersedia pada suatu waktu dimana sedimen dapat terakumulasi (Jervey,1988). Pada dasarnya, merupakan ruang antara permukaan equilibrium (muka air laut) yang memisahkan batas erosional (bagian atas) dengan batas pengendapan (bagian bawah) dimana sedimen dapat terakumulasi. Accommodation space pada lingkungan laut dikontrol oleh eustasy (penurunan dan kenaikan muka air laut( dan tektonik (subsidence/uplift). Jumlah dari accomodasi dan kecepatan suplai sedien dikontrol oleh kedalam air dan juga transgresi dan regresi (emery and Meyers, 1996). Jika sedimen bertambah ketika accommodation space masih konstan atau suplai sedimen lebih besar dibandingkan dengan tingkat kenaikan relative muka air laut, kedalam air akan turun (fasies pada daerah regresi). Jika suplai sedimen lebih kecil dari tingkat kenaikan muka air laut, kedalam air akan meningkat (faseis pada daerah transgresi). Jika supai sedimen yang sangat banyak mengisi suatu ruang akomodasi hingga ke batas tertinggi, penurunan muka air laut secara global (eustasy) atau pengangkatan dari lantai samudra yang dapat menyebabkan sedimen tersebut tererosi (tersingkap).

Bagian penting dari sequence stratigrafi
1. Parasequence dan rangkaian parasequence
Parasequence merupakan fasies terkecil dari sekuen pengendapan dan memiliki ketebalan berkisar antara 10 hingga 100 m. parasequence merupakan rangkaian kecil dari lapisan atau rangkaian lapisan yang dibatasi oleh flooding surface, yang merupakan permukaan yang memisahkan lapisan muda dari lapisan yang lebih tua. Flooding surface pada umumnya terbentuk di lingkungan transisi dimana tingkat kenaikan ruang akomodasi lebih kecil dibandingkan dengan suplai sedimen. Pada kondisi tersebut, sedimen yang masuk ke laut akan mengisi daerah pantai terlebih dahulu, kemudian akan berpindah kearah laut (prograding) hinga kedaerah distal. Hasilnya akan shallowing-upward dan pada umumnya coarsening-upward. Jika tahapan ini diikuti oleh kenaikan ruang akomodasi, transgresi akan mengontrol kondisi ini.
Kemudian, penurunan ruang akomodasi yang diperlihatkan oleh situasi eustasi (penurunan muka air laut) atau terjadi peningkatan suplai sedimen dapat menunjukkan pengendapan dari parasequence yang baru. Penumpukan secara vertical dari parasequence menunjukkan variasi dari perubahan relative muka air laut yang memebntuk rangkaian parasequence. Pada kondisi ini, setiap perubahan parasequence akan menuju kea rah laut membentuk progradational parasequence set. Pada kondisi yang berbeda dimana muka air laut relative naik dan turun, parasequence mungkin akan menuju kea rah daratan dan membentuk retrogradational parasequence set atau secara vertical membentuk aggradational parasequence set (Coe and Chruch, 2003).
2. system tract
System tract merupakan subdivisi dari sistem pengendapan. 4 jenis dari system tract yang dikontrol oleh muka air laut adalah
Highstand system tract (sedimen diendapkan selama muka air laut tinggi). Sistem ini terbentuk selama fase terakhir dari kenaikan muka air laut, dan terhenti pada kondisi terebut atau selama fase awal dari penurunan muka air laut. Sistem ini terbentuk pada kondisi dimana kondisi progradasi menjadi aggradasi. High system tract ditentukan oleh ketidakselarasan (unconformity yang dihasilkan oleh penerunan muka air laut pada kondisi eustasi setelahnya).
Falling-stage system tract sebagai awal dari lowstand syste tracts yang dibentuk dari penurunan muka air laut dari posisi highstand. Penurunan muka air laut berhubungan, baik terhadap tingakt penurunan muka air laut yang melebihi kecepatan subsidence dari tektonik atau tingkat kenaikan muka air laut lebih kecil dibandingkan tingkat pengangkatan tektonik yang membawa ke kondisi yang dikenal sebagai force regression. Selama force regression, ruang akomodasi berkurang sejauh garis pantai yang berpindah kea rah laut (prograde) dan pengendapan juga berpindah ke posisi yang lebih rendah. Hasilnya, endapan coastal tidak diendapkan pada posisi awalnya tetapi akan melewati zona pengendapan dan membentuk permukaan ketidakselarasan (unconformity surface). Kemudian Erosi sedimen pada daerah pantai oleh fluvial akan menyebabkan penggerusan melewati daerah pantai dan diendapkan lagi kearah mendekati laut. Pengendapan pada falling-stage system tract meliputi endapan laut dangkal, endapan offshore-marine, dan endapan kipas laut (submarine-fan sediments).

Lowstand system tracts, mulai terbentuk setelah muka air laut relative turun hingga batas minimunnya dan mulai untuk naik sehingga menghasilkan ruang akomodasi yang kecil. Endapan terdiri dari rangkaian parasewuence dari progradational hingga aggradaional yang terdiri dari alluvial dan endapan pantai, endapan laut dangkal, , endapan offshore-marine, dan endapan kipas laut (submarine-fan sediments).

Kenaikan muka air laut yang menerus menghasilkan kondisi dimana tingkat ruang akoodasi lebih besar dibandingkan dengan supali sedimen yang dihasilkan pada kondisi transgresi. Daerah pengendapan dari perubahan pengendapan kearah daratan menghasilkan parasequence retrogradasional. Transgressive surface akan ditandai oleh endapan laut yang lebihbanyak dibandinkan dengan endapan nonmarine. Sedimen diendapkan pada kondisi tersebut menghasilkan transgressive system tract. Transgressive system tract akan terdiri dari alluvial dan endapan pantai, endapan laut dangkal, , endapan offshore-marine, tetapi tidak termasuk endapan kipas laut (submarine-fan sediments). Ketika muka air laut mencapai titik maksimum, tingkat sedimentasi akan melebihi kecepatan kenaikan muka air laut dan aggradasi menjadi  progradasi lebih dominan akan menghasilkan kondisi highstand system tract yang baru.